Banyuasin

Ketua MPC PP Banyuasin Mashuri alias Dimas Soroti sikap tidak pantas dari PT. MSI dan Keberadaan TKA di perusahaan tersebut. 

Banyuasin|KabarRI.com, – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuasin Dimas, menyoroti PT. MSI yang merupakan salah satu pabrik pengolahan besi terbesar di indonesia.
Mashuri atau yang lebih akrab disapa Dimas mempertanyakan timbal balik keberadaan Pabrik yang terletak di kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin lantaran memberikan kontribusi besar melalui sektor pajak.

“Tapi apakah membuat Banyuasin bangga dengan keberadaan PT.MSI, apa dampaknya positif nya, Kita kembalikan kemasyarakat Kecamatan Talang Kelapa,” kata Dimas pada Selasa (14/04/26).

Ketua MPC PP Banyuausin menambahkan, apakah masyarakat Kecamatan Talang kelapa bangga dengan adanya pabrik baja terbesar di indonesia ini Dikatakannya, sebesar apa kontrubusi PT MSI terhadap masyarakat.

“Mari kita cermati satu persatu Berapa banyak putra daerah tempatan yang dapat bekerja di PT MSI ini..!! Mereka justru diduga mendatangkan TKA dari cina, Program apa yang dilakukan PT MSI untuk membantu masyarakat Banyuasin,” ujarnya.

Dimas mempertanyakan Perusahaan berdiri kurang dari enam bulan tersebut diduga sudah menghilangkan nyawa seorang buruh kerja yang sampai dengan hari ini tidak jelas kronologi dan kejelasannya, kemudian kurang dari satu bulan terjadi kecelakaan kerja, Pemberhentian massal di lakukan dengan memberhentikan lebih dari 15 org buruh kerja serta mempertanyakan kelengkapan dokumen dari para TKA

“Apakah pekerja ini hanya di anggap sebagai budak mereka,yang ketika mati tanam!! Lalu di anggap selesai ?, mana datangnya TKA itu ?, Apakah mereka dilengkapi dengan dokumen-dokumen resmi!!, Apakah mereka berhak memecat pribumi seenaknya.” Tanya Dimas.

Dimas juga mempertanyakan safety perusahaan terutama prosedural penerapan K3 di PT. MSI serta pihaknya telah bersurat ke DPRD Kabupaten Banyuasin serta unsur pemerintahan dan stake holder terkait.

“keadilan bagi masyarakat Banyuasinpun di langgar, kami Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuasin siap menurunkan 2.000 massa (personil) dalam aksi damai dalam menuntaskan masalah ini, Dan jikalau memang tidak adanya lagi keadilan di bumi yang kita pijak ini Maka, mari kita bersama-sama menuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Banyuasin”, tutup Dimas.

Sementara itu Abdul Rais, SM., Selaku ketua DPRD Banyuasin Saat dikonfirmasi via telepon menegaskan akan memanggil pihak terkait dalam rangka melakukan salah satu fungsi kelembagaan.
“Nanti akan kita panggil semua pihak” Singkatnya.

Ir. H. Epriliansyah, M.Si kepala Dinas Ketenaga kerjaan dan Transmigrasi Banyuasin menyampaikan terkait kecelakaan kerja dan PHK akan segera ditindak lanjuti.
“Kita akan segera turun ke lapangan terkait menyangkut kecelakaan kerja maka itu tufoksi Petugas Fungsional Pengawasan yg ada di Disnakertrans Provinsi dan ini nomor hp penyidik PPNS yg berwenang menangani kasus K3”, ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *