Palembang|KabarRI.com, 3 September 2025 — Ulil Mustofa, aktivis putra daerah Sumatera Selatan sekaligus fungsionaris yang konsisten dalam gerakan **Koreksi Indonesia**, menyatakan dukungan penuh kepada **PB HMI** dalam agenda koreksi nasional. Ia menegaskan bahwa saat ini diperlukan langkah serius berupa **evaluasi menyeluruh terhadap institusi publik** seperti DPR, Polri, Kementerian, serta lembaga-lembaga negara lainnya.
Dalam keterangannya, Ulil Mustofa menekankan pentingnya **reformasi partai politik** agar kader maupun anggota partai lebih mengutamakan **kemakmuran rakyat** daripada kepentingan kelompok semata.
Lebih jauh, ia juga mendukung PB HMI mendorong *28 Agustus ditetapkan sebagai Hari Supremasi Sipil*, sebagai pengingat atas peristiwa tragis yang menimpa **Afan, seorang ojol yang menjadi korban terlindas mobil rantis*, agar tidak ada lagi korban jiwa dalam penyampaian aspirasi rakyat. Dan dalam Aksi damai tanggal 1 September 2025 Cipayung plus dan elemen BEM lainnya membuktikan tanpa anarkis dan merusak fasilitas.
> *“Kita sudah membuktikan melalui aksi damai pada 1 September 2025 di Sumsel, bahwa mahasiswa dan OKP Cipayung mampu menjaga intelektualitas serta komitmen perjuangan tanpa kericuhan. Namun jangan sekali-kali pemerintah dan elit menjadikan hal ini alasan untuk mengabaikan suara rakyat. Supremasi sipil harus ditegakkan,”* tegas Ulil Mustofa.
Ia menambahkan bahwa aksi damai tersebut merupakan bukti konsistensi gerakan intelektual, tetapi juga menjadi tanda peringatan agar **kemarahan rakyat tidak diremehkan**. Aspirasi rakyat tidak boleh lagi berujung pada **tumpahnya darah**.
kami meminta seluruh aspirasi rakyat yang disampaikan di tindak lanjuti misalnya poin-poin berikut:
1. *Evaluasi menyeluruh terhadap pejabat toksik dan institusi publik*.
2. **Koreksi sistem partai politik, ekonomi, perpajakan, dan penciptaan lapangan kerja**.
3. *Langkah konkret DPRD Sumsel dan Pemprov Sumsel* dalam menindaklanjuti seluruh aspirasi rakyat.
4. *Forum terbuka** yang melibatkan mahasiswa, OKP, dan elemen masyarakat untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran demi pembangunan daerah maupun nasional.
5. Aspirasi Tritura maupun 17 + 8 tuntutan dll
Dengan semangat koreksi dan supremasi sipil, Ulil menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kritik, tetapi juga dorongan nyata untuk percepatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.






