Ogan Ilir|KabarRI.com, – Selain menginspirasi untuk selalu tetap semangat. cerita seorang warga Berusia (68 ) MahFi ,kelahiran Desa Sribandung kecamatan Tanjung Batu kabupaten Ogan Ilir- Sumsel ini menceritakan kisah perjuangan mencari nafkah pada tahun 1977
MahFi Kala itu seorang Perantau dan Pekerja keras yang mempunyai keahlian dibidang kerajinan tagan pembuat rumah Panggung (kayu) di berbagai kabupaten yang ada di Sumatera Selatan,
Iya mengisahkan dan membandingkan kehidupan mencari kerja pada waktu itu sangat la susah ,yang mana kala itu transportasi kendaraan belum sebanyak sekarang dan teknologi sangat minim kala itu bisa di bilang belum ada, hanya orang-orang tertentu la yang punya (kaya/Pejabat)
,”jamannya waktu itu susah, bayangkan mencari pekerjaan jalan kaki puluhan kilometer, adakalah nya mencari orang mau bikin rumah panggung jalur laut menaiki rakit yang terbuat dari pohon pisang ,setiap ada Desa yang di lintasi singah untuk menawarkan diri siapa tau ada yang mau bikin rumah,” ujarnya haru

Ia mengatakan merantau jau dari kampung halaman terkadang tanpa kabar berita karna kala itu belum ada jaman teknologi yang canggih seperti sekarang ini
MahFi membandingkan komunikasi jamannya dulu memerlukan waktu yang lama dalam menyampaikan kabar
,”jaman dulu kalu mau ngasih kabar kirim surat lama sekali sampainya,begitupun jika mau kirim uang untuk keluarga , bisa satu Minggu bahkan lebih , bukan seperti jaman sekarang kirim uang dalam hitungan detik suda sampai begitupun kasih kabar keluarga di rumah mau itu SMS, telpon ,bahkan bisa langsung bertatap muka ,” ujarnya pada Minggu (11/05/25) pagi
Ia menambahkan dalam ceritanya propesi menjadi tukang kayu pada kala itu masih manual semua serba mengandalkan tenaga ,bukan seperti sekarang ini semua serba mesin tingal pencet saja tanpa mengeluarkan tenaga yang kuat
,” jaman sekarang enak semua serba mesin hasilnya juga lebih rapi ,bisa pulang kerumah kumpul dengan keluarga lebih cepat , beda jau dengan jaman ku dulu, jika merantau bisa tiga-empat bulan baru bisa pulang kerumah dan berkumpul dengan keluarga ,”ujarnya
(can)






