Bogor|KabarRI.com, – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Madas Nusantara DKI Jakarta menggelar konsolidasi organisasi di Resto Joglo Gendhuk, Jonggol, Kabupaten Bogor, Minggu (14/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri pengurus DPW, DPD, dan DPK se-DKI Jakarta dengan tingkat kehadiran mencapai sekitar 97 persen.
Ketua DPW Madas Nusantara DKI Jakarta, Achmad Fauzy, mengatakan konsolidasi tersebut bertujuan untuk memperkuat peran organisasi sekaligus membahas keberadaan dan kontribusi Madas Nusantara di DKI Jakarta ke depan.
“Alhamdulillah, pada hari ini kami keluarga besar Madas Nusantara DPW DKI Jakarta telah mengadakan konsolidasi yang dihadiri sekitar 97 persen pengurus, baik dari tingkat DPW, DPD maupun DPK se-DKI Jakarta,” ujar Achmad Fauzy.
Dalam forum tersebut, salah satu pembahasan utama adalah mengenai representasi etnis Madura dalam berbagai forum dan wadah kebudayaan di DKI Jakarta. Menurutnya, masyarakat Madura memiliki karakteristik tersendiri sebagai sebuah etnis dengan bahasa, budaya, serta tradisi yang berbeda dari etnis Jawa pada umumnya.
Ia menilai selama ini representasi masyarakat Jawa Timur di DKI Jakarta lebih banyak diwakili oleh organisasi kedaerahan tertentu, sehingga diperlukan ruang yang lebih luas bagi masyarakat Madura untuk mengekspresikan identitas budayanya.
“Kami memandang masyarakat Madura memiliki bahasa, budaya, dan karakter yang khas. Karena itu kami berharap keberadaan etnis Madura juga mendapatkan ruang dan perhatian yang setara dengan etnis-etnis lainnya,” katanya.
Achmad Fauzy mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada Kesbangpol DKI Jakarta maupun Badan Penghubung Jawa Timur di DKI Jakarta agar berbagai persoalan yang berkaitan dengan masyarakat Madura dapat memperoleh perhatian yang lebih baik.
Selain membahas penguatan posisi organisasi, konsolidasi tersebut juga menghasilkan keputusan untuk mempercepat pembentukan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan di seluruh wilayah DKI Jakarta.
“Kami akan membentuk kepengurusan di seluruh kecamatan yang ada di DKI Jakarta. Untuk tingkat DPD, alhamdulillah hampir seluruhnya sudah terbentuk dan tinggal beberapa yang akan segera dikukuhkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menegaskan komitmen Madas Nusantara untuk tetap menjalankan seluruh aktivitas organisasi sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi masyarakat Madura merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi selama tidak bertentangan dengan hukum.
“Kami hanya ingin keberadaan kami di mana pun tidak melanggar hukum dan tidak melanggar undang-undang. Kami berharap dapat disetarakan dengan etnis-etnis lainnya. Selama hukum dan undang-undang tidak melarang, kami berhak hadir dan berkontribusi untuk bangsa dan negara,” tegasnya.
Konsolidasi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus Madas Nusantara, di antaranya Ketua Pembina DPW DKI Jakarta Huda, Ketua BPD Jakarta Timur Haji Abdul Hamid, serta para ketua DPD dari Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat.
Menutup kegiatan, Achmad Fauzy menegaskan komitmen Madas Nusantara DKI Jakarta untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban di Ibu Kota dengan menjalin sinergi bersama aparat keamanan.
“Kami akan terus berperan serta menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah DKI Jakarta serta menjadi mitra TNI dan Polri dalam menciptakan situasi yang kondusif bagi masyarakat,” pungkasnya.







