Jakarta|KabarRI.com, (2/8/2025) Muktamar ke-V Halaqoh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren se-Indonesia yang digelar pada 31 Juli – 3 Agustus 2025 di Universitas Darunnajah Jakarta Selatan ini diwarnai polemik usai keterlibatan oknum tak dikenal dalam proses pengamanan acara. Kehadiran oknum di forum tersebut, tentu menjadi sebuah ancaman dan intimidatif bagi peserta sidang sehingga menimbulkan rasa ketakutan.
Sejumlah peserta mengaku ketakutan dengan hadirnya orang-orang tak dikenal yang diduga bukan bagian dari panitia maupun aparat keamanan resmi. Kejadian ini memicu reaksi dari peserta muktamar dan aktivis mahasiswa lain yang menilai keterlibatan pihak non-formal dalam acara intelektual keagamaan sangat tidak etis.
Pesantren yang seharusnya mengajarkan kebenaran tanpa kekerasan, justru memperlihatkan bahwa kekuasaan dan intimidasi mental menjadi salah satu hal tindakan menghalalkan segala cara demi kepuasan kekuasaan dan kepentingan tertentu.
“Ini forum santri dan mahasiswa, bukan tempat untuk praktik kekerasan jalanan. Kita tidak anti keamanan, tapi harus jelas siapa dan atas dasar apa mereka hadir, jelas ini menghina marwah pesantren yang dikenal bernorma dan bernilai” ujar Ayub Abdullah, salah satu peserta muktamar delegasi dari DIY.
Kehadiran oknum orang tak dikenal ke dalam forum Halaqoh BEM Pesantren tersebut, hingga kini kejadian tersebut belum mendapatkan keterangan resmi dari panitia maupu SC. Muktamar V Halaqoh BEM Pesantren ini akhirnya juga menjadi pengingat pahit tentang tercederainya nilai-nilai pesantren, Nauval Alfarisi salah satu peserta yang hadir dari kampus pesantren di Jawa Barat pun sempat mengatakan “Ruang-ruang yang mengatasnamakan pesantren dan peradaban Islam telah tercoreng dengan praktik-praktik intimidasi hingga ancaman. Bahwa forum mahasiswa santri yang seharusnya berangkat dari amar ma’ruf justru dikalahkan oleh amar maksa. Meraka yang telah membiarkan ini terjadi, telah mengkhianati tradisi pesantren yang dibangun di atas ilmu, adab, dan keberanian moral. Santri itu pejuang gagasan, bukan objek ketakutan” Ujar lantang beliau ketika di forum.
“Ada dugaan keras terhadap keterlibatan oknum tak dikenal dalam Muktamar V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia, sebab dalam tradisi pesantren tidak mengenal tindakan premanisne. Maka, secara tegas kami menduga terdapat oknum (SC dan panitia Muktamar V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia) yang menghadirkan kedatangan orang tak dikenal dalam forum tersebut” Tegas Ayub Abdullah.
Red.






