Palembang

PEMIKIRAN MAHASISWA FUSHPI MENUAI PUJIAN DALAM ADIA KONFERENSI INTERNASIONAL TAHUNAN 2023

Banyuasin|KabarRI.com, – Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam – UIN Raden Fatah Palembang, menuai pujian melalui pemikiran Mahasiswa yang tampil dalam acara ADIA Annual International Conference 2023 yang diselenggarakan oleh UIN Imam Bonjol Padang. Tampil dengan berbagai tema sebanyak 6 artikel, 5 dari Mahasiswa dan 1 dari Dosen.

(Senin, 05 Juni 2023). Berbagai tema yang ditampilkan dalam acara ADIA ini, dari 6 artikel terdapat 9 penulis. Terdapat 3 paralel yang terbagi menjadi beberapa sesi dengan tema sesi yang berbeda-beda. Terdapat 3 Prodi yang mengirim yaitu dari Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Ilmu Hadis (ILHA), Tasawuf dan Psikoterapi (TP). Prodi ketiga tersebut masing-masing mengirimkan Mahasiswa dan Mahasiswinya untuk ikut dalam acara ADIA di Padang. Berikut nama-namanya;

H. Ahmad Soleh Sakni, Lc., MA, Utami Syahdiah (Kaprodi dan Mahasiswa Prodi TP)

Arjuna, M.Adhim Rajasyah, Nadia Azkiya (Prodi Mahasiswa IQT)

Mawar Rahmadita (Prodi Mahasiswa IQT)

Putri Ayu (Prodi Mahasiswa IQT)

Apriliah (Mahasiswa Prodi ILHA)

Sarmilah (Mahasiswa Prodi ILHA)

Berikut beberapa pemikiran dari penulis di atas dalam karya tulisnya yang ditampilkan dalam acara ADIA Annual International Conference 2023;

H. Ahmad Soleh Sakni, Lc. MA, Utami Syahdiah (Kaprodi dan Mahasiswa Prodi TP) mengungkapkan tentang tema yang berjudul “ Peran Etika Komunikasi Islam dalam Media Sosial di Era Disrupsi Digital.” Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwasannya di era disrupsi digital ini media sosial menjadi media komunikasi yang sangat mudah untuk digunakan. Tidak hanya kalangan anak muda namun mulai dari yang dewasa, orang tua, bahkan anak-anak sudah berseluncur di media sosial. Manfaat dari media sosial dapat dilihat dari berbagai sisi. Namun selain manfaat juga terdapat dampak negatif bagi pengguna media sosial. Sebagai wadah dalam menyuarakan pendapat, tak jarang netizen atau masyarakat online yang bersuara tanpa memperhatikan adab dan etika dalam berkomunikasi. Sehingga banyak sekali bentrok dan salah paham hingga menimbulkan kekacauan.

Arjuna, M. Adhim Rajasyah, Nadia Azkiya (Mahasiswa Prodi IQT) menyajikan sebuah tema tentang ”Tantangan dalam Menjaga ”Qaulan Ma’rufa” Ditengah Dominasi Penggunaan Bahasa Slang di Kalangan Milenial” Dengan semangat untuk melestarikan nilai-nilai agama dan budaya yang luhur, mahasiswa Ushuluddin dan Pemikiran Islam dari UIN Raden Fatah Palembang bersama dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lainnya akan berusaha menyusun strategi dan pendekatan baru untuk menghadapi tantangan dalam menjaga Qaulan Ma’rufa di tengah dominasi penggunaan bahasa gaul di kalangan generasi milenial. Konferensi ini diharapkan akan memberikan kontribusi penting dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menjaga keutuhan bahasa dan nilai-nilai kebaikan dalam era perkembangan bahasa dan budaya yang beragam.

Mawar Rahmadita (Prodi Mahasiswa IQT) menyajikan tentang “Kebinekaan Terhadap Urgensi Moderasi Beragama di Era Disrupsi Digital”. Menurut Mawar, Erupsi digital memiliki dampak positif dan dampak negatif. Pada dampak positifnya yakni kemudahan mengambil berbagai informasi lalu berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kemudian komunikasi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Namun, menurutnya berita di sisi lain memiliki dampak negatif yaitu membuat sikap menutup diri lau berpikir sempit dan perilaku konsumtif Informasi tidak terkendali sehingga terjadinya penyebaran hoax .

Putri Ayu (Mahasiswa Prodi IQT) membawakan tema tentang “La Tasubbu: Upaya Pencegahan Sikap Intoleransi dalam Kehidupan Beragama Perspektif QS al-An’am Ayat 108”. Ia menuturkan bahwa, sikap preventif ini penting karena dapat mencegah konflik yang membuat terjadinya perpecahan di masyarakat. Sehingga menerapkan sikap preventif sebagai prinsip sangat baik dalam menentukan sikap apapun baik itu urusan agama, berbangsa maupun bernegara “Dengan adanya sikap preventif membuat pencegahan hal yang buruk agar tidak terjadi perpecahan di masyarakat karena di berbagai Negara telah banyak terjadinya konflik kekerasan sesama warga yang mempunyai latar belakang belakang yang berbeda, kemudian dalam QS Al-an’am ayat 108 menjelaskan bahwa jangan kamu memaki sesembahan lain.” Pengungkapannya sebagai penutup dalam persentasinya

Apriliah (Mahasiswa Prodi ILHA) bertemakan tentang ”Menangkal Paham Radikalisme Bagi Kaum Milenial dalam Cyberface di Era 5.0”. Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, ucap Apriliah. Karena masih diberikan kenikmatan sehingga bisa mengikuti kegiatan konferensi di Kota Padang. Saya sangat bangga bisa menjadi salah satu perwakilan Mahasiswi Fushpi khususnya Program Studi Ilmu Hadis yang dipercaya untuk tampil di acara ADIA di Kota Padang. Dengan membuat artikel ilmiah, kita bisa berkeliling Indonesia bahkan keliling dunia jika kita benar-benar istiqomah untuk terus menulis dan selalu produktif mengirimkan naskah ketika ada call for paper untuk kegiatan seminar webinar. Terus berkarya dan menghasilkan karya sehingga orang-orang mengenalmu melalui karyamu.

Sarmilah (Mahasiswa Prodi ILHA) membuat tema yang sangat menarik terkait ”Hikmah dalam Toleransi Beragama.” Alhamdulillah Sarmilah sangat bersyukur bisa tampil di dalam acara ini sehingga ia bisa bertemu dengan orang-orang hebat, ini adalah pengalaman pertama dari Sarmilah dan beliau mengucapkan ribuan terima kasih kepada Rektor UIN Raden Fatah Palembang (Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag. , M.Si) dan Dekan Fushpi (Prof. Dr. Ris’an Rusli, MA) yang telah memberikan dukungan dan dukungannya kepada para Presenter dan Tim yang diberangkatkan ke Padang. Beliau berharap semoga ini menjadi awal dari perjuangan menuju kesuksesan di masa depan kelak.

Selama kegiatan ADIA 2023 berlangsung, tentunya menjadi kesempatan bagi tim Atlas untuk berkenalan dan berkomikasi menjalin tali silaturahim dengan Mahasiswa, Dosen maupun para Pejabat akademik lainnya. Salah satunya adalah Utami Syahdiah yang sempat menjalin komunikasi dengan kepala pusat pengembangan bahasa UIN Imam Bonjol Padang Dr. Asrina, M.Ag.

Dalam percakapannya Ketua pusat pengembangan bahasa sempat bertanya asal Fakultas tim Atlas. Setelah mengetahui bahwa tim Atlas berasal dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Dr. Asriyani, M. Ag terlihat terkejut dan takjub karena bidang keilmuan dalam konferensi (Fakultas Adab dan Humaniora) dan bidang asal keilmuan tim Atlas (Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam) berbeda apalagi dengan jumlah siswa yang ikut sebanyak 10 orang. Walaupun berbeda bidang keilmuan tidak meruntuhkan semangat atau minat tim Atlas untuk ikut serta dalam konferensi internasional, bahkan dengan perbedaan bidang keilmuan ini bisa menambah wawasan pada Tim ATLAS.

“Luar biasa ya kalian, walaupun beda bidang ilmu tetap bisa ikut partisipasi dalam konferensi, apalagi mahasiswanya 10 orang. Prof. Ris’an juga hebat bisa menyampaikan mahasiswanya”.

Beberapa penampilan dari Mahasiswa dan Dosen tersebut sangat diapresiasi oleh peserta lainnya sehingga banyak para peserta dari Perguruan Tinggi lain yang ingin membawa para Mahasiswanya untuk presentasi secara offline. Mereka terinspirasi oleh perwakilan Fushpi yang hampir seluruh presenternya adalah Mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *