Banyuasin|KabarRI.com, – Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S) menggelar Rapat TP3S Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), bertempat di Ruang Rapat Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin, Rabu (18/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menekan angka stunting sekaligus memastikan pelaksanaan program prioritas nasional berjalan optimal di daerah.
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST, MM, MBA, IPU., ASEAN Eng. Dalam arahannya, Erwin menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama seluruh perangkat daerah, kecamatan, hingga pihak terkait lainnya.
Menurutnya, pelaksanaan program MBG sebagai salah satu instrumen pendukung penurunan stunting harus mendapat perhatian serius, khususnya dalam aspek kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas dan kecukupan gizi makanan yang disajikan kepada anak-anak.
“Permasalahan terkait kebersihan dalam pelaksanaan MBG harus benar-benar dijaga dan dilindungi secara ketat. Selain itu, kandungan gizi dari makanan yang diberikan kepada anak-anak juga harus diperhatikan dengan baik, agar benar-benar memberikan dampak terhadap perbaikan status gizi dan mendukung upaya penurunan stunting,” ujar Erwin Ibrahim.
Ia menambahkan bahwa MBG merupakan program pemerintah pusat yang wajib diimplementasikan oleh seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Program ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan gizi yang baik sejak usia dini.
Lebih lanjut, Sekda menekankan pentingnya pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan pelaksanaan MBG tepat sasaran, sesuai standar, serta tidak menimbulkan permasalahan di lapangan. Ia juga meminta agar setiap temuan dan kendala yang dihadapi dapat segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti secara cepat oleh instansi terkait.
“Perlunya pemantauan dan evaluasi secara berkala, untuk memastikan pelaksanaan MBG tepat sasaran, sesuai standar, serta tidak menimbulkan permasalahan dilapangan,” ujar Erwin Ibrahim.
Sementara itu, melalui forum rapat tersebut, masing-masing perangkat daerah dan pihak terkait juga menyampaikan laporan serta masukan terkait kemajuan pelaksanaan program, tantangan di lapangan, hingga langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan ke depan. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan strategi lanjutan agar intervensi yang dilakukan semakin efektif dan terukur.
Rapat juga dihadiri oleh Inspektur Kabupaten Banyuasin, Drs. H. Alamsyah Rianda, MH, Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin, Dr. dr. Hj. Rini Pratiwi, M.Kes., FISQua., para Camat atau Perwakilan, Perwakilan pihak BGN, serta para Kepala atau perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
Dengan dilaksanakannya Rapat TP3S dan Monitoring Evaluasi MBG Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan generasi Banyuasin yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa mendatang






