Palembang|KabarRI.com, – Insiden penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendapat sorotan dan kecaman dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk teror yang berpotensi mengancam kebebasan sipil serta iklim demokrasi di Indonesia.




