Ogan Ilir

JEMBATAN BESI TRANS TANABANG AMBRUK, DILINTASI DUMP TRUK BERMUATAN PASIR

OGAN ILIR|KabarRI.com, – Sebuah jembatan besi di Jalan Trans SP1 Tanabang, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ambruk setelah dilintasi dump truk berwarna merah bermuatan pasir, Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, lantai dan tiang jembatan patah hingga menyebabkan truk bernomor polisi B 9287 JYT terperosok. Kondisi jembatan yang mengalami kerusakan parah membuat akses tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.

Berdasarkan keterangan sopir, truk tersebut mengangkut pasir basah untuk keperluan proyek pengecoran jalan.

Sejumlah warga yang kerap melintasi jembatan itu mengungkapkan bahwa sebelumnya jembatan tersebut pernah mengalami kerusakan dan diperbaiki setelah dilintasi kendaraan pengangkut alat berat yang diduga memiliki tonase melebihi kapasitas jembatan.

Warga menduga kondisi konstruksi jembatan perlu mendapat perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Mereka berharap perbaikan nantinya dilakukan secara menyeluruh dan sesuai standar keselamatan.

Menurut warga bernama Alwani,“Jembatan ini sudah dua kali mengalami kejadian ambruk. Kami berharap segera diperbaiki dengan baik agar masyarakat bisa kembali melintas dengan aman,” ujarya.

Jembatan tersebut merupakan jalur alternatif kawasan transmigrasi yang menghubungkan Kabupaten Ogan Ilir dengan Kabupaten OKU Timur. Kerusakan ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas warga dan kelancaran transportasi barang.

Masyarakat meminta pemerintah dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi jembatan serta mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

Selain itu, pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan bertonase berat, diimbau tidak melintasi jembatan sebelum dilakukan perbaikan dan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Pengendara lainnya juga diminta berhati-hati, mematuhi tanda peringatan di sekitar lokasi, serta menggunakan jalur alternatif apabila tersedia.

Warga berharap perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga akses penghubung antarkabupaten tersebut kembali berfungsi normal dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.(Tomi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *