Jakarta|KabarRI.com, – Menjelang musim panen tembakau tahun ini, harapan petani di Pulau Madura kembali tertuju pada harga jual yang layak. Bagi masyarakat Madura, tembakau masih menjadi salah satu sumber penghasilan utama yang menopang perekonomian keluarga.
Pembina Ikatan Keluarga Mahasiswa Madura (IKMM) Jakarta, Mohammad Hafidz Kudsi, mengatakan kualitas tembakau Madura tahun ini diperkirakan cukup baik. Karena itu, petani berharap hasil panennya dapat dihargai sesuai kualitas yang mereka hasilkan.
“Petani sudah mengeluarkan modal, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit sejak awal masa tanam. Sudah seharusnya hasil panen mereka dihargai secara layak,” ujar Hafidz dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Namun, menurut Hafidz, persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani bukan hanya soal cuaca atau hasil panen, melainkan kepastian harga. Ia menilai posisi tawar petani masih lemah sehingga tidak jarang mereka harus menerima harga yang ditetapkan oleh para pengusaha besar.
“Selama bertahun-tahun banyak petani hanya bisa pasrah dengan harga yang ditentukan pembeli. Akibatnya, keuntungan yang diterima petani sering kali tidak sebanding dengan biaya produksi yang mereka keluarkan,” katanya.
Karena itu, Hafidz menilai kehadiran Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Se-Madura (P4TM) menjadi angin segar bagi petani tembakau di Madura. Menurutnya, sejak berdiri pada 2022, P4TM telah memberikan alternatif bagi petani dalam memasarkan hasil panennya.
Ia mengatakan, di bawah kepemimpinan H. Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, P4TM mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan yang selama ini dihadapi petani. Melalui pola pembelian langsung dari petani, P4TM dinilai telah memutus ketergantungan petani kepada pengusaha-pengusaha besar yang selama ini mendominasi perdagangan tembakau.
“Haji Her melalui P4TM menunjukkan keberpihakan kepada petani. Selama ini banyak petani kesulitan mendapatkan harga yang adil karena bergantung kepada pengusaha-pengusaha besar. Kehadiran P4TM memberi pilihan baru sehingga posisi tawar petani menjadi lebih kuat,” tegas Hafidz.
Menurut Hafidz, langkah tersebut bukan hanya membantu petani menjual hasil panennya, tetapi juga memberikan rasa optimistis bahwa tembakau Madura memiliki nilai jual yang layak apabila dikelola dengan tata niaga yang adil dan transparan.
“Karena itu kami berharap P4TM terus konsisten mengawal kepentingan petani. Organisasi ini telah menjadi harapan besar bagi masyarakat Madura, khususnya para petani tembakau yang selama ini menginginkan sistem perdagangan yang lebih berkeadilan,” pungkasnya.







